BREAKING NEWS

TEPIS DUGAAN ALIRAN DANA BOS, K3S & PENGAWAS BINA SD PALABUHANRATU: ITU ANGGARAN SISWA, SERING KURANG DAN DI-TALANG!

KASUS NEWS | SUKABUMI – Polemik panas merebak di dunia pendidikan wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Isu beredar luas menyebut adanya dugaan aliran dana yang mengalir dari semua Sekolah Dasar Negeri (SDN) ke kas Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), melibatkan Pengawas Bina SD, Bendahara K3S, hingga Organisasi Penyelenggara Kegiatan (OPK). Yang menjadi sorotan tajam, dana tersebut diduga bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan hitungan pemungutan per siswa.

Merespons isu yang kian menggema itu, Ketua K3S bersama Pengawas Bina SD wilayah Palabuhanratu akhirnya angkat bicara dan menepis keras tudingan tersebut. Keduanya memberikan penjelasan rinci saat ditemui awak media di Kantor UPTD Pendidikan Wilayah Palabuhanratu, pada Rabu (13/5/2026).

 

Menurut penjelasan keduanya, anggaran atau pungutan iuran yang dimaksud dalam isu tersebut sama sekali tidak benar, apalagi dipungut dengan hitungan per siswa sebagaimana yang beredar di masyarakat.

 

"Berita atau rumor itu tidak benar sama sekali. Apa yang disebut-sebut sebagai aliran dana itu sejatinya adalah anggaran iuran rutin untuk kegiatan siswa yang memang disepakati bersama. Dana ini murni digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan rutin, pembinaan kepala sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta berbagai program pengembangan pendidikan di lingkungan K3S Palabuhanratu seperti kegiatan siswa FLS3N, O2SN, Pentas PAI, dan FTBI ," tegas Ketua K3S.

 

Bahkan, keduanya membantah anggaran tersebut masuk secara lancar atau berlebih. Justru kenyataannya terbalik. Dana yang terkumpul dari iuran tersebut sering kali tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan kegiatan.

 

"Faktanya, iuran yang masuk itu sering kali tidak sampai jumlah yang diharapkan, tidak masuk semua. Bahkan, tidak jarang kami harus mengeluarkan dana talangan pribadi atau kas tambahan agar kegiatan pembinaan dan pelatihan guru tetap bisa berjalan lancar. Jadi mana ada sisanya, apalagi menyalahgunakan dana, kalau kami justru sering menalangi kekurangan biaya?" tambah Ketua K3S.

 

Poin paling menarik dan menimbulkan tanda tanya besar justru muncul dari penjelasan lanjutan mereka. Saat dikonfirmasi lebih dalam mengenai siapa yang menyebarkan isu ini, K3S dan Pengawas memiliki satu kesimpulan yang sama. Mereka meyakini bahwa isu dugaan aliran dana ini sengaja digiring dan direkayasa.

 

Siapa pelakunya? Menurut keterangan keduanya, isu ini diduga kuat dihembuskan oleh oknum kepala sekolah tertentu yang berkolaborasi dengan salah satu oknum pengurus Forum Guru di wilayah Palabuhanratu. Ada motif tersembunyi di balik beredarnya isu ini.

 

"Kami punya petunjuk yang cukup jelas. Isu soal aliran dana ini sengaja dibesar-besarkan dan diarahkan sedemikian rupa oleh oknum kepala sekolah itu bersama oknum pengurus Forum Guru. Tujuannya bukan ingin memperbaiki sistem atau mencari kebenaran, tapi murni kepentingan pribadi: agar kepengurusan K3S saat ini diganti, dan posisi Pengawas Bina SD dipindahkan dari wilayah ini," tuding keduanya.

 

Pernyataan keras ini pun langsung memicu gelombang pertanyaan baru yang jauh lebih besar di tengah masyarakat pendidik dan juga awak media. Jika benar isu ini rekayasa, lalu siapa sebenarnya oknum kepala sekolah yang dimaksud? Dan siapa pula sosok oknum pengurus Forum Guru yang disebut-sebut terlibat dalam upaya menjatuhkan ini?

 

Hingga berita ini diturunkan, nama-nama tersebut belum disebutkan secara jelas. Publik dan insan pendidikan kini menunggu penjelasan lanjut serta bukti nyata dari kedua belah pihak yang bersengketa. Apakah benar ada rekayasa politik organisasi di balik tudingan penyalahgunaan dana, ataukah penjelasan ini hanya cara untuk menutupi keberadaan aliran dana yang sebenarnya? Polemik ini dipastikan masih akan terus bergulir.

 

 

 

[Hans]

Posting Komentar