BREAKING NEWS

Gedung Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terpadu Cikakak Butuh Perhatian Pemerintah

KASUS NEWS | SUKABUMI – Ketua Tim Koordinasi Kesejahteraan Sosial (TKSK) Kecamatan Cikakak sekaligus Penyuluh Agama Kecamatan Cikakak, Ruchijat, S.Pd.I, mengungkapkan kondisi Gedung Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terpadu Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi yang sangat memperihatinkan dan sudah tidak layak untuk ditempati.

Gedung yang awalnya dibangun tahun 2007 ini bukanlah sebagai pelayanan terpadu seperti sekarang. Awalnya dirancang untuk Penyuluh Sosial Terampil, kemudian dibangun sebagai Rumah Sosial (RUMSOS) dengan anggaran sekitar 50-70 juta rupiah. Bangunan ini diperuntukkan untuk tiga kecamatan yaitu Cikidang, Cikakak, dan Cisolok, namun ditempatkan di Cikakak karena lokasinya berada di tengah wilayah Cikidang dan Cisolok pada saat itu.

Pada tahun 2009 setelah pengangkatan TKSK, gedung tersebut mulai digunakan sebagai kantor TKSK untuk menampung pelaku dan penyuluh sosial dalam menangani upaya kesejahteraan sosial. Awalnya ada 26 permasalahan sosial yang ditangani, kemudian dipangkas menjadi 22 sebelum kembali menjadi 26 permasalahan.

Hal ini terkait dengan dua fokus utama dalam Rapat Umum Penyelenggaraan Sosial (RUPSOS), yaitu Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dan Potensi Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang mencakup wilayah Kecamatan Cikakak, Cikidang, dan Cisolok.

"Sejak tahun ke tahun tidak ada bantuan perawatan, sehingga secara mandiri bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kita pernah melakukan rehabilitasi kecil pada atap tahun 2017 karena hampir roboh. Namun setelah itu tidak ada lagi tindakan perbaikan karena tidak ada anggaran dari pemerintah," ujar Ruchijat. Rabu (1/4/2026).

Saat ini gedung sudah sangat terbengkalai dan berpotensi membahayakan para pelaku sosial yang menggunakan fasilitas tersebut. Untuk sementara, aktivitas pendamping sosial dipindahkan ke sekretariat bersama di gedung Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cikakak.

Harapan kedepannya, pemerintah baik daerah maupun pusat serta berbagai stakeholder di wilayah sekitar dapat memberikan perhatian terhadap gedung ini. "Jangan hanya dibuatkan gedung tapi tidak ada tindak lanjut. Gedung ini merupakan aset dari pemerintah pusat untuk daerah, namun karena keterbatasan dana rehabilitasi akhirnya terbangkalai," pungkas Ruchijat.

Turut menyampaikan harapan terkait gedung ini adalah Ketua Tim Pendamping PKH Kecamatan Cikakak, Aji Nurjaman, S.Pd. Ia mengungkapkan bahwa gedung Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terpadu ini patut mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah mengingat peran dan fungsinya yang sangat penting bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya selepas mengikuti kegiatan halal bihalal bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tingkat Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Cikakak.

"Para pendamping PKH sangat mengharapkan gedung tersebut segera diperbaiki agar bisa kembali dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan," ucap Aji Nurjaman.


(Hans) 


Posting Komentar