BREAKING NEWS

TEMBUS JALAN LUMPUR & PELOSOK OKI, MANTRI BRI PERKUAT INKLUSI KEUANGAN DAN DORONG EKONOMI DESA



KASUS.WEB.ID | KAYUAGUNG, 3 Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berkomitmen memperluas layanan perbankan hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia. Peran nyata ini dijalankan melalui para Mantri BRI — garda terdepan yang menjaga sekaligus memperkuat inklusi keuangan masyarakat. Salah satu kisah inspiratif datang dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di mana kehadiran petugas perbankan menjadi tumpuan utama penggerak ekonomi warga.


Wilayah OKI secara geografis didominasi perkebunan kelapa sawit, karet, serta pemukiman pedesaan yang tersebar jauh. Medan tanah di kawasan ini kerap menjadi tantangan, terutama saat musim hujan tiba. Jalanan tanah licin dan berlumpur menyulitkan perjalanan, sehingga menjangkau warga membutuhkan perjuangan ekstra.
 

Di tengah tantangan itu, Alifia Naura Nazifah, Mantri BRI Unit Sumber Hidup di bawah BRI Cabang Kayu Agung, tetap konsisten menjalankan tugasnya. Ia melayani dan mendampingi ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, Desa Sido Mulyo, serta wilayah sekitarnya. Sebagian besar warga di sana menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa sawit dan karet, serta usaha mikro seperti toko sembako dan warung.
 
Alifia memilih menjadi Mantri BRI karena ingin berkontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Baginya, jaringan BRI yang menjangkau seluruh pelosok negeri menjadi jembatan bagi warga yang membutuhkan akses permodalan perbankan — agar petani dan pelaku usaha kecil dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

 

Setiap hari, Alifia mengandalkan sepeda motor menembus rute antar-desa, menemui debitur langsung di rumah maupun di lahan perkebunan. Ia menerapkan pendekatan yang hangat dan humanis: ramah, terbuka, dan hadir sebagai rekan diskusi warga. Jika jalur sulit dilalui, ia berkoordinasi lebih dulu dengan tokoh masyarakat dan ketua kelompok tani agar kunjungan tepat sasaran.
 
Berkedekatan langsung dengan warga membuat Alifia memahami kebutuhan mereka secara mendalam, sehingga dapat menyalurkan pembiayaan yang tepat. Produk seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes diberikan untuk modal kerja, pengembangan usaha, hingga biaya peremajaan lahan sawit dan karet milik warga.
 
Bagi Alifia, perjalanan ke pelosok desa bukan sekadar tugas pekerjaan, melainkan pengalaman yang membentuk kepribadiannya. “Pelajaran terbesar yang saya petik adalah arti empati, ketekunan, dan rasa syukur. Di balik setiap berkas kredit yang disetujui, tersimpan harapan besar sebuah keluarga untuk hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
 
Menanggapi dedikasi tersebut, Sekretaris Perusahaan BRI Dhanny menegaskan kisah Alifia mencerminkan peran strategis seluruh Mantri BRI. “Kedekatan langsung para Mantri di lapangan adalah kekuatan utama kami. Kami memahami kebutuhan warga, memperluas inklusi keuangan lewat pembiayaan yang relevan, dan memastikan kehadiran BRI membawa dampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
 

(Red*)
Posting Komentar