Rumah Lansia 75 Tahun di Sukabumi Nyaris Roboh, Warga Gotong Royong Bangun Ulang; LPM Desak Respons Cepat Pemerintah Daerah
KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Olih (75), seorang warga lanjut usia (lansia) di Kampung Sukatani, RT 06/RW 03, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Rumah tempat tinggalnya yang sudah tidak layak huni nyaris roboh pada pekan lalu. Namun, alih-alih menunggu bantuan resmi yang belum juga turun, warga setempat bersama tokoh masyarakat memilih bergotong royong membangun ulang rumah tersebut sejak Jumat (24/9/2026).
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Wangunsari, Sopyan, mengungkapkan bahwa kondisi rumah Bapak Olih sebenarnya sudah lama menjadi perhatian. Pengajuan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) telah dilakukan berulang kali selama dua tahun terakhir, baik melalui kader Posyandu, pengurus RT/RW, hingga pihak desa.
“Sudah dua tahun ini kami ajukan. Dari tingkat desa pun sudah beberapa kali mengajukan ke atas, tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” kata Sopyan kepada redaksi, Rabu (30/9/2026).
Puncaknya terjadi enam hari lalu ketika struktur rumah Bapak Olih akhirnya nyaris ambruk. Merespons keadaan darurat tersebut, warga Kampung Sukatani, dibantu oleh Babinsa, Ketua RT, RW, dan LPM, langsung melakukan pembongkaran dan memulai pembangunan fondasi baru secara swadaya.
Di tengah semangat gotong royong warga, Sopyan menyuarakan kekecewaannya terhadap minimnya respons dari unsur pemerintah daerah, khususnya di tingkat kecamatan. Ia menyoroti ketiadaan kunjungan atau tinjauan langsung dari pejabat terkait, termasuk Dinas Sosial maupun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat, meski isu rumah tidak layak huni merupakan ranah kerja mereka.
“Kecewanya itu satu, ko sampai hari ini tidak ada satu pun dari unsur pejabat pemerintah yang mau datang ke lokasi. Apakah di Kecamatan Cisolok tidak ada bagian sosial atau BAZNAS yang menangani RTLH?” tanya Sopyan dengan nada prihatin.
Sopyan juga menyinggung peran aktif media sosial dalam mendesak perhatian publik. Ia menyebutkan bahwa meskipun beberapa akun media sosial diantaranya whatapss milik aparat sering memantau situasi, namun tidak ada tindak lanjut berupa komentar maupun kunjungan fisik ke lapangan.
“Asli, saya sekarang lebih mengandalkan musafir (orang lewat/donatur luar) daripada harapan ke aparat,” ujarnya sambil menggelengkan kepala.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembangunan rumah Bapak Olih masih terus berjalan berkat sumbangan tenaga dan material dari warga. Namun, Sopyan mengakui bahwa keterbatasan dana menjadi kendala utama. Saat ini, tim gotong royong masih membutuhkan sejumlah material bangunan untuk menyelesaikan tahap finishing, antara lain:
Keramik sebanyak 25 dus
Papan GRC sebanyak 8 lembar
Semen 10 sak beserta pasir
Cat tembok
Warga berharap adanya kepedulian dari berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah yang berwenang, untuk membantu meringankan beban Bapak Olih agar dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman sebelum musim hujan tiba.
Bagi pembaca atau donatur yang ingin membantu, dapat menghubungi Ketua LPM Desa Wangunsari, Sopyan, atau datang langsung ke lokasi di Kampung Sukatani, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
(Redaksi)


