BREAKING NEWS

HINDARI KERUMUNAN, DESA RIDOGALIH SALURKAN BANTUAN PANGAN BAGI 1.530 KPM SECARA TERSEBAR DI TIAP DUSUN


KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Pemerintah Desa (Pemdes) Ridogalih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, tengah menyalurkan program bantuan pangan pemerintah berupa beras sebanyak 30 kilogram kepada 1.530 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran yang dimulai pada awal minggu ini ditargetkan berlangsung selama lima hari kalender dengan sistem distribusi tersebar di setiap kedusunan.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Desa Ridogalih, Iman Munajat, menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat pada periode ini mengalami peningkatan tipis dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya tercatat 1.500 KPM, maka kini jumlahnya bertambah menjadi 1.530 KPM, atau meningkat sebanyak 30 keluarga.

Iman mengungkapkan bahwa keputusan untuk melaksanakan penyaluran di tiap dusun, bukan dipusatkan di kantor desa, merupakan langkah strategis untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga. Hal ini dikarenakan di lingkungan kantor desa sedang berlangsung dua kegiatan besar secara bersamaan, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dan persiapan penjaringan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) baru.

“Kami khawatir akan terjadi desak-desakan jika semua KPM berkumpul di satu titik, mengingat ada kegiatan kesehatan untuk lansia dan proses administratif BPD yang sedang berjalan. Dengan membagi lokasi ke tiap dusun, kami memastikan penyaluran berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas lainnya,” ujar Iman. Senin (21/9/2026)

Ia berharap dengan sistem distribusi yang lebih dekat ini, proses pengambilan bantuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, serta meminimalisir potensi konflik atau ketidaknyamanan bagi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia.

Salah satu kepala dusun yang terlibat langsung dalam pendistribusian adalah Kepala Dusun 2 Cicariang, Irwan. Di wilayahnya, tercatat sebanyak 271 KPM yang menerima bantuan pangan tersebut. Irwan menilai bahwa pendekatan berbasis dusun ini mendapat respons positif dari masyarakat karena memangkas jarak tempuh warga.

“Masyarakat sangat terbantu dengan akses yang lebih dekat. Mereka tidak perlu jauh-jauh ke kantor desa, cukup datang ke balai dusun atau titik yang sudah ditentukan. Ini sangat meringankan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi,” ungkap Irwan.

Irwan berharap ke depannya, pola distribusi seperti ini dapat terus diterapkan untuk berbagai jenis bantuan sosial lainnya. Ia juga menekankan pentingnya transparansi data agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan di tingkat akar rumput.

Dengan total 1.530 KPM yang tersebar di berbagai dusun, Pemdes Ridogalih optimis seluruh bantuan dapat tersalurkan dengan lancar hingga akhir periode lima hari ke depan, sekaligus menjaga kondusifitas kegiatan lain yang sedang berlangsung di pusat pemerintahan desa.


(Hans)

Posting Komentar