BREAKING NEWS

TIDAK MENUNGGU SAMPAI TUMBANG: Kuku Garuda Harus Menancap Sebelum Semua Hilang

KASUSNEWS | GORONTALO - Ada pepatah mengatakan, jangan menunggu rumah runtuh baru berlari menolongnya. Seringkali muncul pertanyaan tajam: “Kenapa baru bersuara sekarang? Mengapa tidak bergerak sejak dini, sebelum ada yang dirusak atau dirobohkan?”

Kesadaran memang seringkali muncul ketika bahaya sudah tampak nyata di depan mata. Namun, hal ini bukan berarti langkah perjuangan kini terlambat. Justru, ini adalah momen paling krusial. Kita tak boleh menunggu sampai bangunan bersejarah ini rata dengan tanah, lalu baru ingin membenahi puing-puing yang sudah hancur berantakan.

Kuku Garuda sebagai simbol kekuatan dan pertahanan bangsa, tidak akan berguna jika hanya menancap di atas reruntuhan. Kekuatan itu harus menancap kuat pada fondasi yang masih tegak berdiri, untuk menahan segala upaya yang hendak merusak, sebelum jejak sejarah ini lenyap tak berbekas. Jika kita memilih diam sampai semuanya dibongkar paksa, lalu baru berteriak menegakkan keadilan, maka yang terselamatkan nantinya hanyalah penyesalan, bukan lagi saksi bisu perjuangan leluhur.

Inilah saatnya menyatukan suara. Inilah waktunya menegakkan payung hukum Undang-Undang Cagar Budaya dengan tegas tanpa kompromi. Jauh lebih baik bergerak cepat selagi masih ada yang bisa diselamatkan, daripada menangis selamanya karena semuanya sudah tiada.

Kuku Garuda harus menancap dalam-dalam sekarang juga: menahan, melindungi, dan menjaga agar Rumah Tinggi tetap berdiri tegak. Hal ini sejalan dengan semangat pejuang 23 Januari 1942 yang tak pernah mundur selangkah demi membela tanah air.

 

(SR 01)

Posting Komentar