SURAT TERBUKA KELUARGA NANI WARTABONE: MENAGIH RUH PERJUANGAN 1942 DALAM KEBIJAKAN DAERAH
KASUSNEWS | GORONTALO - Sebuah pesan penuh makna disampaikan secara terbuka oleh Kerukunan Keluarga Pahlawan Nasional Nani Wartabone. Surat ini bukanlah bentuk pertentangan, melainkan pengingat lembut namun tegas: agar semangat dan ruh perjuangan yang dikobarkan pada tahun 1942 senantiasa menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah saat ini, ucap Delyuzar Ilahude.
Menurutnya, pada tahun 1942 menjadi babak bersejarah ketika rakyat Gorontalo bersatu mengukuhkan jati diri dan memperjuangkan kemerdekaan. Semangat itu melahirkan bukti nyata berupa situs‑situs bersejarah, seperti Eks Rumah Jawatan Kantor Pos, Rumah Tinggi, Tempat yang menyimpan nilai pengorbanan, kebersamaan, dan cita‑cita luhur yang tidak ternilai harganya.
Dalam perjalanan pembangunan masa kini, muncul keprihatinan yang disampaikan dengan bijaksana: apakah ruh perjuangan itu masih terasa hadir dalam setiap keputusan? Apakah kemajuan yang dibangun tetap berpijak pada akar sejarah, atau justru perlahan menjauhkan diri dari identitas yang telah diperjuangkan dengan susah payah, " bebernya.
Surat tersebut menegaskan: “ Tidak meminta hal yang berlebih. Tapi hanya menagih kesinambungan agar apa yang menjadi jiwa perjuangan tahun 1942 tetap hidup, tidak hanya di halaman buku, tetapi tercermin dalam cara kita mengelola daerah, menjaga warisan, dan menentukan arah pembangunan.”
Ini adalah seruan halus namun tajam: membangun masa depan tidak harus menghapus jejak masa lalu. Sebuah kebijakan yang baik adalah yang mampu memajukan kesejahteraan, sekaligus melestarikan apa yang menjadi hak milik bersama dan warisan bagi generasi mendatang. Jika semangat 1942 adalah keberanian mempertahankan yang benar, maka hari ini keberanian itu diwujudkan dengan menjaga apa yang telah diperjuangkan.
Pesan ini terbuka untuk didengar, direnungkan, dan dijadikan cermin bersama agar langkah ke depan tetap selaras dengan janji yang ditinggalkan para pendahulu, " tutupnya.
( MR 02 )
