BREAKING NEWS

RUSLI HIPPY: Jangan Cari Keuntungan Apa Pun di Rumah Tinggi

KASUSNEWS | GORONTALO - Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati kondisi di wilayah Polda Gorontalo, Rusli Hippy, melontarkan peringatan tegas yang tak boleh diabaikan oleh siapa saja. Ia mengingatkan bahwa bumi ini sangat luas dan pintu rezeki terbuka lebar ke segala arah. Setiap orang berhak berusaha di ladang, pasar, laut, kantor, atau tempat lain yang halal dan baik. Namun ada satu batasan mutlak: jangan pernah, dengan alasan apa pun, mencari keuntungan di Rumah Tinggi.

Menurut Rusli, bangunan bersejarah ini bukan sekadar tanah kosong yang bisa diperjualbelikan, bukan pula gedung tua yang nilainya diukur dengan uang, serta bukan aset yang dihitung untung-ruginya di atas meja rapat. Rumah Tinggi berdiri tegak sebagai saksi bisu momen paling bersejarah bagi rakyat Gorontalo: saat bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di bumi Serambi Madinah, saat para pejuang bersumpah tak akan tunduk pada penjajah, dan saat darah serta semangat menyatu demi satu nama, yaitu Indonesia.

"Mencari nafkah adalah hak sekaligus kewajiban setiap orang. Namun, menjaga amanah leluhur merupakan harga mati yang tak bisa ditawar. Tidak ada keuntungan yang cukup mulia untuk menukar kehormatan sejarah. Dan tidak ada uang yang cukup berkah jika diambil dari tempat yang dibangun di atas pengorbanan," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hati dan tindakan. "Jangan sampai tangan kita tega menyentuh warisan ini demi keuntungan sesaat. Jangan sampai nama kita tercatat sebagai generasi yang lebih mementingkan kantong pribadi daripada ingatan jutaan orang," ujarnya.

Rusli menegaskan status Rumah Tinggi yang tak tergantikan: "Tempat ini bukan milik pejabat, bukan milik pengusaha, dan bukan milik siapa saja yang ingin membelinya. Ia adalah milik seluruh rakyat Gorontalo, milik bangsa Indonesia, dan milik anak cucu kita kelak."

Menutup pernyataannya, ia berpesan: "Cari rezeki di mana saja selagi halal, namun biarkan Rumah Tinggi tetap suci sebagai bukti rasa syukur dan penghormatan kita kepada leluhur."

 

(SR 01)

Posting Komentar