RSUD PALABUHANRATU GENJOT KESIAPAN OPERASIONALISASI GEDUNG IGD BARU LEWAT KOLABORASI LINTAS OPD
KASUSNEWS | SUKABUMI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu mengambil langkah konkret untuk meningkatkan mutu layanan kegawatdaruratan. Unit Organisasi Bisnis Kesehatan (UOBK) RSUD Palabuhanratu menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Baru pada Rabu (22/7/2026). Rapat ini menjadi momentum pemantapan sinergi antara manajemen rumah sakit dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sukabumi.
Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Kepala BPKAD, Bapenda, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas PU, Dinas Perkim, Satpol PP, Camat Palabuhanratu, serta perwakilan dari Bagian Kerja Sama, Hukum, dan Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi. Kehadiran massal ini menunjukkan urgensi dan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peningkatan fasilitas kesehatan publik.
Direktur UOBK RSUD Palabuhanratu, dr. Ruli Suyono Saputra, menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk mematangkan pembagian tugas agar tidak terjadi tumpang tindih. Pihak rumah sakit akan fokus menyelesaikan pekerjaan internal gedung, sementara OPD terkait menangani infrastruktur pendukung di area eksternal.
"Alhamdulillah rapat berjalan lancar. Kami mendapat dukungan penuh dari seluruh OPD. Masing-masing sudah memiliki tugas dan tanggung jawab, terutama untuk pekerjaan di bagian eksternal gedung seperti penertiban kawasan, pembersihan pohon, penataan PJU, hingga aksesibilitas jalan," ujar dr. Ruli.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari percepatan ini adalah memberikan pelayanan yang lebih optimal, nyaman, dan representatif bagi masyarakat. "Semua mendukung penuh pengaktifan gedung IGD baru ini karena tujuan utamanya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Dari sisi teknis pembangunan, PIC Pembangunan Gedung IGD RSUD Palabuhanratu, dr. Rizki Tanzil, melaporkan bahwa progres fisik telah mencapai 60-70 persen. Pekerjaan dasar seperti pengecatan, instalasi listrik, jaringan air, dan pembersihan area telah rampung.
Saat ini, tantangan utama terletak pada instalasi gas medis sentral. "Berdasarkan hasil pengecekan, tekanan gas dari instalasi eksisting dinilai tidak mencukupi jika langsung disambungkan ke gedung baru. Oleh karena itu, diperlukan jalur instalasi gas medis tersendiri yang sedang kami kerjakan," jelas dr. Rizki.
Setelah instalasi gas selesai, tahap selanjutnya adalah pemindahan sarana dan prasarana medis (alkes) serta non-medis (mebel). Dr. Rizky menargetkan pelayanan di gedung baru sudah dapat beroperasi secara parsial atau penuh pada akhir Agustus 2026.
Gedung IGD baru ini dirancang dengan standar modern, dilengkapi dengan 28 tempat tidur (bed) yang seluruhnya telah terpasang headboard untuk mendukung sistem gas medis sentral. Sistem ini memungkinkan penanganan pasien kritis yang membutuhkan oksigen atau vakum secara lebih cepat dan efisien dibanding sistem tabung konvensional. Kapasitas ini bahkan masih fleksibel untuk ditingkatkan hingga 32 bed sesuai kebutuhan lonjakan pasien.
Menutup arahannya, dr. Ruli menyampaikan target ambisius namun realistis untuk meresmikan gedung tersebut pada 10 September 2026. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, menjadikan gedung IGD baru sebagai kado istimewa bagi masyarakat.
"Insyaallah kalau semua berjalan lancar, peresmian dilaksanakan pada 10 September. Kami berusaha semaksimal mungkin agar seluruh pekerjaan selesai sebelum tanggal tersebut," pungkasnya.
Pembangunan dan pengoperasian IGD baru ini sejalan dengan amanat regulasi nasional:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan: Menjamin hak setiap warga atas pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan mudah diakses, termasuk layanan gawat darurat.
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan: Yang mewajibkan pemerintah daerah menyediakan fasilitas IGD yang memenuhi standar ketenagaan, peralatan, dan infrastruktur.
3. Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN): Yang menekankan penguatan sistem kesehatan nasional melalui peningkatan infrastruktur fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan.
Dengan hadirnya gedung IGD baru ini, RSUD Palabuhanratu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus darurat di wilayah selatan Sukabumi, sekaligus mengurangi angka rujukan ke luar daerah.
(Hans)




