BREAKING NEWS

PELATIHAN PEMBUATAN ABON IKAN DI RIDOGALIH, DANA DESA UNTUK KEMANDIRIAN WARGA

KASUSNEWS | SUKABUMI – Pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan tren positif dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi kreatif. Pemerintah Desa (Pemdes) Ridogalih, Kecamatan Cikakak, mengalokasikan dana tersebut untuk menggelar pelatihan pembuatan abon ikan dengan tema "Membangun Masyarakat Mandiri". Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) di Aula Kantor Desa ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari tim PKK, kader Posyandu, guru PAUD, dan ibu rumah tangga.

Kepala Desa Ridogalih, Desi Sapari, menegaskan bahwa kegiatan ini dibiayai menggunakan Dana Desa Tahap 2 Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk realisasi prioritas desa dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.


"Kami ingin warga tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan saja. Bahan baku ikan di wilayah kita cukup melimpah, namun selama ini belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Melalui pelatihan yang didanai Dana Desa ini, kami berharap peserta bisa mengolahnya menjadi produk olahan seperti abon ikan, yang tahan lama dan bisa dijual baik di lingkungan desa maupun luar daerah," ujar Desi.

Ia menambahkan, penggunaan Dana Desa untuk pelatihan keterampilan selaras dengan program prioritas desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri, bukan sekadar untuk pembangunan fisik semata.


Ketua Panitia Pelaksana Kasi Pelayanan Desa, Iman Munajat, menjelaskan bahwa alokasi dana ini direncanakan matang dan menanggapi tingginya minat warga.

"Kegiatan ini sudah kami rencanakan dengan baik mengingat banyaknya permintaan warga yang ingin belajar keterampilan pengolahan makanan. Kami sengaja memilih olahan abon ikan karena bahannya mudah didapat di sekitar kita, proses pembuatannya tidak terlalu rumit, dan produknya memiliki masa simpan yang cukup lama. Kami juga memastikan semua peserta mendapatkan panduan lengkap, mulai dari resep dasar hingga cara pengemasan yang menarik," ungkap Iman.

Iman Munajat menambahkan bahwa Pelaksanaan Kegiatan Pembuatan Abon Ikan, menekankan bahwa dana yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan kualitas hasil pelatihan.

"Kami memastikan setiap rupiah dari Dana Desa digunakan untuk memberikan ilmu yang praktis dan aplikatif. Fokus kami bukan hanya pada teknik memasak, tetapi juga pada standar higienitas dan strategi pemasaran sederhana agar produk warga Ridogalih bisa bersaing," tambah Iman.

Hadir sebagai pemateri, Ronal, seorang pengajar tata boga berpengalaman, memaparkan langkah-langkah teknis pembuatan abon ikan yang higienis. Ia menyoroti keunggulan abon ikan dibandingkan abon daging sapi yang harganya cenderung mahal.

"Abon ikan ini lebih ekonomis, kandungan gizinya tidak kalah baik, dan rasanya bisa disesuaikan dengan selera lokal. Ini bisa menjadi alternatif camilan sehat atau lauk pauk praktis bagi anak-anak," tutur Ronal.

Ronal berharap para peserta tidak berhenti saat pelatihan usai, melainkan berani mempraktikkannya di rumah dan mengembangkan usaha rumahan bersama kelompok warga lainnya.

Menindaklanjuti kesuksesan acara ini, Pemdes Ridogalih berencana melanjutkan seri pelatihan untuk jenis olahan ikan lainnya serta menyediakan pendampingan pemasaran bagi warga yang serius ingin mengembangkan usahanya. Dengan dukungan Dana Desa yang tepat sasaran, diharapkan Desa Ridogalih dapat mencetak pengusaha mikro baru yang berkontribusi pada perekonomian desa.


(Hans)

Posting Komentar