BREAKING NEWS

Nobar Piala Dunia 2026 di Kampung Malompo: Lebih dari Sekadar Hiburan, Kepala Suku Santuni Warga

KASUSNEWS | KEEROM – Semarak Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion internasional, tetapi juga hingga ke pelosok Kampung Malompo, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua. Pada Sabtu (4/7/2026), Tokoh Adat sekaligus Kepala Suku Kampung Malompo, Oto Tapor, menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) yang dikemas sebagai ajang kebersamaan dan berbagi kasih kepada warga.

Kegiatan ini bukan sekadar sarana hiburan bagi para pencinta sepak bola, melainkan menjadi momen strategis untuk mempererat persaudaraan dan menjaga tradisi gotong royong. Bagi Bapak Oto Tapor, nobar merupakan ruang temu santai yang efektif untuk berkomunikasi langsung dengan warganya, mendengarkan aspirasi, serta memastikan rasa kepedulian antarwarga tetap terjaga di tengah modernisasi.

Antusiasme warga terlihat jelas saat memenuhi undangan Kepala Suku. Mereka berkumpul dalam suasana akrab, menikmati pertandingan sambil saling bercengkerama.

“Kegiatan ini adalah suatu bentuk kebersamaan. Melalui momentum pesta sepak bola dunia ini, kita dapat bersuka cita bersama-sama. Yang terpenting, kami ingin memastikan bahwa rasa kepedulian dan gotong royong di Kampung Malompo tetap terpelihara,” ujar Oto Tapor.

Aksi Nyata: Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Momen nobar kali ini semakin bermakna karena dibarengi dengan aksi sosial nyata. Bapak Oto Tapor menyiapkan sejumlah paket sembako yang diserahkan langsung kepada warga yang hadir, khususnya mereka yang membutuhkan. Langkah ini menegaskan peran tokoh adat tidak hanya sebagai pemimpin upacara, tetapi juga sebagai pelindung dan penopang kesejahteraan warganya.

“Saya selalu ingin memberikan sesuatu kepada warga saya. Saya berharap apa yang saya lakukan ini dapat berguna dan meringankan beban bagi mereka yang kurang mampu,” tegasnya dengan penuh ketulusan.

Warga menyambut kegiatan ini dengan kebahagiaan luar biasa. Selain merasa terhibur oleh perhelatan sepak bola bergengsi, mereka juga merasakan kehadiran pemimpin yang peduli. Aksi santunan dari Kepala Suku ini membuktikan bahwa tradisi dan nilai-nilai kemanusiaan di Kampung Malompo masih hidup subur, menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai kenangan manis yang tidak hanya tentang skor pertandingan, tetapi juga tentang solidaritas dan kehangatan keluarga besar kampung.


(Hans)

Posting Komentar