BREAKING NEWS

IMAN ADINUGRAHA BUKA SOSIALISASI STANDARISASI DAN PENILAIAN KESESUAIAN BAGI PELAKU USAHA UMKM

KASUSNEWS | SUKABUMI – Daya saing produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi terus didorong melalui penerapan standar mutu nasional. Upaya ini digaungkan dalam kegiatan Sosialisasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian UMKM yang digelar oleh Anggota DPR RI Komisi VII bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Hotel Augusta, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (4/7/2026).

Anggota DPR RI Iman Adinugraha menekankan peran vital UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia mengapresiasi ketahanan sektor ini yang terbukti mampu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia, baik saat masa pandemi COVID-19 maupun di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik antarnegara.


"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku UMKM. Di masa sulit sekalipun, UMKM terbukti menjadi penopang utama ekonomi kita," ujar Iman.

Ia mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan dari BSN secara optimal. Tujuannya jelas: menghasilkan produk berstandar kualitas tinggi yang mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya lokal tetapi juga nasional.


Menurut Iman, Kabupaten Sukabumi memiliki modal besar berkat kekayaan alam dengan konsep Gurilap (Gunung, Rimba, Laut, Pantai) serta status UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Lonjakan kunjungan wisatawan ke destinasi kelas dunia ini menciptakan peluang emas bagi UMKM untuk memasok produk oleh-oleh khas daerah yang berkualitas.

Seniman Desa Tunjukkan Kualitas Setara Kota Besar

Kegiatan sosialisasi juga dimeriahkan dengan penyerahan cendera mata berupa lukisan karya seniman lokal Desa Cihaur, Sodara Sasmita, kepada Anggota DPR RI. Momen ini menjadi simbol bahwa karya kreatif dari desa mampu bersaing di tingkat nasional.

Sasmita menyatakan kebanggaannya atas pengakuan tersebut. "Ini bukti bahwa karya kami dari pedesaan siap bersaing di level nasional. Sebelumnya kami juga pernah menyerahkan cendera mata serupa kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno," ungkapnya.


Selama lebih dari satu dekade, ilustrasi sosok Nyai Roro Kidul karya Sasmita telah menjadi ikon budaya Pantai Selatan dan daya tarik wisata di Pelabuhanratu. Namun, ia mengakui masih terkendala sarana pameran permanen. Saat ini, karyanya masih dititipkan di Galeri SBH karena belum memiliki galeri pribadi.

"Harapan saya ke depan bisa mewujudkan galeri sendiri. Bukan hanya untuk memamerkan karya saya secara lengkap, tapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi seniman lokal lainnya untuk berkembang bersama," harapnya.

Sosialisasi standardisasi ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan pemahaman pelaku UMKM dan seniman mengenai pentingnya sertifikasi mutu. Dengan demikian, potensi ekonomi kreatif dan pariwisata Sukabumi dapat tumbuh berkelanjutan, didukung oleh produk-produk yang terjamin kualitasnya.


(Hans)

Posting Komentar