DI BALIK HUT KE-116 OKU YANG MEGAH: SPANDUK TUNTUTAN PEMECATAN KADIS PENDIDIKAN TERBENTANG DI DPRD
Aliansi gabungan masyarakat, LSM, dan awak media OKU sudah tak sabar lagi. Mereka menegaskan, pejabat tersebut dinilai gagal total menjalankan tugasnya dan tidak mampu bekerja maksimal mengurus masa depan pendidikan anak-anak daerah ini.
Penempatan spanduk di lokasi paling terbuka dan strategis ini adalah peringatan keras. Bukan sekadar keluhan, melainkan tanda batas kesabaran rakyat sudah habis. Suara ini ditujukan langsung kepada Bupati dan seluruh pemangku kebijakan: Jangan menutup mata terhadap keluhan kami!
Kontras sekali terlihat. Di satu sisi digelar pesta, hiburan, dan seremonial yang megah merayakan usia daerah. Namun di sisi lain, rakyat berteriak bahwa urusan pendidikan—yang menjadi nyawa kemajuan bangsa—justru tertinggal karena pimpinan yang tak berfungsi.
Hingga berita ini tayang, sama sekali belum ada tanggapan dari Pemkab OKU maupun pihak Dinas Pendidikan. Seolah-olah protes ini tak pernah terjadi.
Masyarakat pun bertanya: Apakah HUT ke-116 ini hanya akan menjadi pesta sesaat, atau benar-benar menjadi momen berani merombak kinerja pejabat yang dianggap merugikan kepentingan umum? Rakyat sudah memberi sinyal, kini giliran pemimpin yang menjawabnya.
(Amel)
