BREAKING NEWS

BISIKAN LELUHUR: PENJAJAH TIDAK BERANI BONGKAR, KINI JEJAK RUMAH TINGGI DIANCAM RATA


KASUSNEWS | GORONTALO - Kekhawatiran mendalam kembali bergema dari kalangan tokoh masyarakat dan pewaris sejarah Gorontalo. Iwan Hadju menyampaikan ungkapan hati yang menyayat, merujuk pada warisan berharga Rumah Tinggi:

"Dulu saat penjajah menguasai tanah ini, mereka pun tidak berani dan tidak berniat merobohkan bangunan itu. Ia dibiarkan berdiri tegak sebagai saksi perjalanan zaman. Namun hari ini, di tangan anak bangsa sendiri, perlakuan justru terasa lebih sadis berani membongkar apa yang selama berpuluh tahun dijaga dan dihormati." tegasnya. sabtu (11/7/2026)

Rumah Tinggi bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah saksi bisu peristiwa bersejarah 23 Januari 1942, tempat di mana api kemerdekaan pertama kali dikobarkan di wilayah ini mendahului banyak daerah lain. Selama masa kolonial, bangunan ini tetap berdiri kokoh tanpa pernah disentuh upaya perusakan sistematis, meskipun penguasa asing memiliki kekuatan penuh saat itu.

Kenyataan yang terjadi kini memicu pertanyaan tajam: Mengapa kekuatan asing dulu menghargai keberadaannya, justru kita sendiri yang berusaha menghapus jejak identitas kita sendiri? Merobohkan Rumah Tinggi berarti membiarkan saksi perjuangan leluhur lenyap, padahal bangunan ini masih memiliki nilai sejarah yang tak ternilai dan berpotensi sebagai cagar budaya yang wajib dilindungi.

Ungkapan Iwan Hadju menjadi peringatan keras: Kita tidak boleh menjadi generasi yang lebih kejam daripada penjajah terhadap warisan sendiri. Dinding boleh tua, kayu boleh rapuh, namun ingatan tentang kemerdekaan dan harga diri bangsa tidak boleh ikut runtuh. Masyarakat berharap pihak berwenang segera bertindak mengamankan lokasi, meninjau ulang status perlindungan, dan menghentikan segala bentuk perusakan sebelum semuanya terlambat.

Rumah Tinggi adalah milik kita, bukan milik kepentingan sesaat, " tutupnya.


( MR 02 )

Posting Komentar