BREAKING NEWS

BANTUAN DAN TRAUMA HEALING, DPPKB SUKABUMI HADIR LINDUNGI ANAK-ANAK PENYINTAS CIPTAMULYA


KASUSNEWS | SUKABUMI – Kepedulian nyata terus mengalir bagi warga Kasepuhan Ciptamulya yang baru saja diterjang musibah kebakaran. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi memberikan dukungan moril sekaligus bantuan kemanusiaan kepada para penyintas di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Jumat (31/7/2026).

Kehadiran DPPKB kali ini menyasar pemulihan mental anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan pascakebakaran. Bersinergi dengan mahasiswa Bina Sarana Informatika (BSI) Sukabumi, tim menggelar kegiatan trauma healing yang dipusatkan di posko pengungsian. Melalui permainan edukatif, pendekatan psikososial, serta berbagai aktivitas menyenangkan, anak-anak diajak kembali tersenyum dan berani mengurangi rasa takut yang sempat membekas di hati. Pendampingan psikologis ini dinilai sangat penting agar pemulihan mental berjalan seiring dengan terpenuhinya kebutuhan dasar warga.

Tak hanya fokus pada pendampingan psikologis, DPPKB juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai yang diserahkan langsung kepada sesepuh Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, sebagai wujud dukungan tulus dari pemerintah daerah.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menyampaikan bahwa kehadiran jajarannya adalah wujud empati sekaligus tanggung jawab sosial pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama di saat-saat sulit.

"Kami turut berduka cita dan menyampaikan simpati mendalam kepada seluruh korban kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban yang sedang dipikul, dan kegiatan trauma healing ini dapat membantu memulihkan semangat serta keceriaan anak-anak. Kami berharap seluruh keluarga besar Kasepuhan Ciptamulya senantiasa diberi ketabahan, kekuatan, dan segera bangkit kembali," ujar Eka Nandang.

Ia menambahkan, dampak musibah ini begitu besar bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kepedulian yang terjalin antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas menjadi kekuatan penting untuk mempercepat proses pemulihan. Aksi kemanusiaan yang digelar DPPKB ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya terbatas pada program kependudukan dan Keluarga Berencana, melainkan juga melalui kehadiran nyata saat warga membutuhkan dukungan dan harapan baru.

 

(Hans)

Posting Komentar