BREAKING NEWS

Peran Vital STPI Sukabumi dalam Memutus Rantai Penularan TBC Lewat Program SSTB


KASUS NEWS | SUKABUMI – Guna menekan angka penularan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sukabumi, Tim Satuan Tugas Stop Tuberkulosis Partnership Indonesia (STPI) Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan Puskesmas Cikakak menggelar kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis Berbasis Masyarakat (SSTB). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak, berlangsung pada Selasa (9/6/2026), menyasar warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini kasus TBC melalui pemeriksaan kesehatan, khususnya rontgen paru bagi warga yang berisiko. Personel In Charge (PIC) kegiatan, Neng Rihan, menjelaskan bahwa fokus utama SSTB adalah identifikasi gejala awal, bukan pengobatan langsung di lapangan.

"Kami dari STPI mengadakan kegiatan skrining di Desa Margalaksana. Penting untuk dipahami bahwa kegiatan ini bukan pengobatan, melainkan pemeriksaan rontgen paru. Jadi kami tidak memberikan obat saat itu juga, hanya melakukan pemindaian pada area dada untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan atau gejala TBC," ujar Neng Rihan di lokasi kegiatan.

Sebelum pelaksanaan skrining massal, para kader kesehatan terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan TBC. Dari data tersebut, kader kemudian menelusuri anggota keluarga maupun kontak erat lainnya yang berpotensi terpapar penyakit menular tersebut.

Dalam kegiatan di Desa Margalaksana, tim menargetkan 120 orang peserta yang merupakan kontak erat dari lima pasien TBC aktif. Bagi warga yang terduga kuat mengidap TBC berdasarkan hasil rontgen, langkah selanjutnya adalah pengambilan sampel dahak untuk pemeriksaan mikroskopis lebih lanjut di laboratorium.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, tim STPI memberikan pengganti transport alakadarnya dan makanan ringan kepada setiap peserta yang menjalani pemeriksaan. "Ini bentuk apresiasi kami agar warga mau meluangkan waktu untuk cek kesehatan," tambah Neng.

Neng Rihan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan SSTB dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Bahkan, bantuan transportasi diberikan untuk meringankan beban ekonomi warga. Program ini merupakan bagian dari kerjasama rutin antara STPI yang berkantor di Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, dengan jajaran Puskesmas di Kabupaten Sukabumi.

"Kegiatan ini sepenuhnya gratis. Program telah berjalan sejak September 2025 dan akan terus berlanjut hingga September 2026. Saat ini, program skrining TBC tersebut dilaksanakan di 35 wilayah kerja puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sukabumi," jelasnya.

Khusus untuk Kecamatan Cikakak, progres penjangkauan sudah cukup signifikan. Dari sembilan desa yang ada, enam desa telah dilayani. Tiga desa sisanya dijadwalkan akan dilayani dalam waktu dekat, yaitu Desa Sukamaju pada 17 Juni, Desa Ridogalih pada 19 Juni, dan Desa Cimaja pada 30 Juni 2026.

Melalui kegiatan ini, STPI dan Puskesmas berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini TBC. Dengan menemukan kasus lebih cepat, rantai penularan dapat diputus, sehingga beban penyakit TBC di lingkungan masyarakat dapat ditekan secara efektif.


[Hans] 

Posting Komentar