BREAKING NEWS

HASIL PENELUSURAN PT YANITA INDONESIA: KOPERASI TIDAK AKTIF, KLAIM IDENTITAS TERBONGKAR SEBAGAI KEBOHONGAN

KASUS NEWS | SUKABUMI – Pihak PT Yanita Indonesia melalui Sugianto selaku Administrator perusahaan menyampaikan hasil penelusuran yang telah dilakukan guna memastikan kebenaran terkait keberadaan dan aktivitas Koperasi Produsen Multi Pihak (KPMP) Cahaya Tarum Abadi yang belakangan ini menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil sebagai upaya klarifikasi dan pelindungan kepentingan serta informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam penelusurannya, tim PT Yanita Indonesia mendatangi lokasi pendirian koperasi yang tercatat berada di wilayah Cihampelas, Bandung, dan berkomunikasi langsung dengan anak pendiri koperasi yang sah. Dari pertemuan tersebut diperoleh keterangan penting:

“Sejak awal berdiri hingga saat ini, koperasi ini sama sekali belum pernah melaksanakan kegiatan usaha apa pun, sehingga statusnya tidak aktif. Kami juga tidak pernah membuka cabang di wilayah mana pun karena memang sejak awal pendiriannya tidak berjalan. Oleh karena itu, klaim adanya operasional maupun keberadaan cabang di wilayah Gunung Sari, Cikakak, maupun Desa Cileungsing adalah kebohongan besar. Hal yang sama juga berlaku terhadap pernyataan pihak bernama Yunan yang menyatakan telah memiliki 400 cabang di berbagai tempat—hal tersebut sama sekali tidak benar,” jelas perwakilan keluarga pendiri koperasi asli.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut yang dilakukan PT Yanita Indonesia, muncul serangkaian fakta terkait sosok yang mengatasnamakan pengurus maupun pendukung koperasi tersebut, yaitu Yunan Muhammad Nurdin:

- Yunan mengaku sebagai Asisten Pribadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan nama Jenderal Aang Gunawan, sekaligus menyatakan tokoh inilah yang memimpin jalannya KPMP Cahaya Tarum Abadi di wilayah Cikakak, Cileungsing, hingga Palabuhanratu. Namun hasil pengecekan data resmi menunjukkan Panglima TNI yang menjabat saat ini adalah Jenderal TNI Agus Subiyanto, sehingga identitas dan jabatan yang diklaim tersebut tidak sesuai fakta.

- Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, Yunan juga diketahui menggunakan nama lain yaitu Yoan, dan telah hadir di wilayah yang sama dengan mengaku sebagai Asisten Pribadi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan. Ia bahkan berani menyatakan berhak untuk menguasai aset dan wilayah operasional PT Yanita Indonesia.

- Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen PT Yanita Indonesia—yang pemiliknya sudah lama menjalin hubungan akrab dengan Presiden Prabowo—langsung melakukan pengecekan ke kediaman Presiden. Dari hasil verifikasi, para petugas pengamanan dan pengawal menyatakan tidak mengenal sama sekali nama Yoan maupun Yunan. Lebih dari itu, pihak pengamanan juga menyampaikan bahwa nama‑nama tersebut sudah beberapa kali dilaporkan terkait dugaan tindakan penipuan dengan modus yang sama: mengaku sebagai staf atau asisten pribadi pejabat tinggi negara. Hal ini juga sudah ditegaskan secara resmi oleh pihak Istana Kepresidenan melalui rilis yang beredar di media dan internet, yang menyatakan klaim Yunan sebagai asisten pribadi Presiden adalah penipuan.

- Pada acara yang dijadwalkan tanggal 21 Juni lalu dan diklaim akan didatangi oleh Jenderal Aang, fakta yang ditemukan adalah yang hadir hanyalah seorang pensiunan TNI, bukan tokoh yang dimaksud, namun tetap dipanggil dengan gelar tersebut oleh Yunan di depan warga.

- Bangunan yang dijadikan tempat kegiatan dan mengaku sebagai kantor koperasi di Kampung Gunung Sari, Desa Cileungsing, diketahui merupakan aset sitaan Bank BRI Unit Citepus yang sudah kosong selama sekitar tiga tahun. Bangunan ini diduduki secara tidak sah dan melanggar hukum oleh Yunan bersama dua orang rekannya. Pada Minggu, 28 Juni 2026, bangunan tersebut tiba‑tiba ditinggalkan kosong begitu saja oleh kelompok tersebut.

- Pada hari ini, Selasa 30 Juni 2026, pihak Bank BRI berencana melaporkan kejadian ini ke Polres Palabuhanratu agar bangunan sitaan segera disegel kembali dan dipasang garis polisi sebagai langkah pengamanan aset milik bank.

Keterangan ini juga sejalan dengan perhatian yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan setempat, di antaranya kelima Kepala Desa di wilayah sekitar yang dipimpin oleh Ketua DPK APDESI, H. Asep Ahmad Sobandi, yang merupakan Kepala Desa Cileungsing serta warga Desa Gunung Sari dan sekitarnya. Masyarakat telah mendapatkan informasi dari berita atau pun media sosial yang beredar mengenai identitas yang dilakukan oleh Yunan—baik saat menggunakan nama Yoan maupun nama aslinya—yang menyamar sebagai pejabat maupun staf instansi negara dalam rangka kegiatan yang dinilai berpotensi merugikan pihak lain.

Sampai saat ini, pihak yang diklaim sebagai pengurus maupun perwakilan resmi KPMP Cahaya Tarum Abadi belum memberikan tanggapan resmi terkait seluruh fakta dan laporan yang telah dikemukakan oleh pihak PT Yanita Indonesia maupun pihak berwenang setempat. Berita ini akan diperbarui jika diperoleh penjelasan dari pihak tersebut guna menjaga keseimbangan informasi.

 

(Hans)

Posting Komentar