Ketua Umum Hari Nelayan ke-66, Pepen Supendi: Hari Nelayan Warisan Leluhur Sarat Nilai Sejarah dan Spiritual
KASUS NEWS | SUKABUMI – Suksesnya pelaksanaan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 menjadi bukti kekompakan seluruh elemen masyarakat pesisir. Ketua Panitia Pelaksana Hari Nelayan Nasional, Pepen Supendi atau yang akrab disapa Pepen Kobra, dalam laporan dan keterangannya menegaskan bahwa peringatan tahunan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan sebuah warisan luhur yang ditinggalkan para leluhur dan harus terus dijaga keberadaannya.
Menurut Pepen, tradisi ini memiliki kedudukan yang sangat penting karena sarat dengan nilai historis dan nilai spiritual yang melekat pada kehidupan masyarakat Palabuhanratu. Ia menyebutkan, sejarah panjang kehidupan warga di pesisir selatan ini tak bisa dipisahkan dari rasa syukur, doa, dan hubungan erat dengan laut sebagai sumber penghidupan utama.
"Peringatan tahunan ini merupakan warisan budaya leluhur yang sarat dengan nilai historis dan nilai spiritual. Di dalamnya tersimpan cerita perjuangan, rasa syukur, dan jati diri kami sebagai masyarakat bahari. Inilah identitas kita yang harus terus dilestarikan dan diwariskan," tegas Pepen Supendi.
Di balik kemeriahan dan kelancaran acara tersebut, Pepen pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan bersinergi menyukseskan rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, aparat keamanan yang senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan, para sponsor yang mendukung penyelenggaraan, seluruh jajaran panitia yang bekerja siang malam, hingga masyarakat luas yang berpartisipasi aktif dan menjaga suasana tetap kondusif.
"Terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, aparat keamanan, sponsor, panitia, dan seluruh masyarakat Palabuhanratu. Berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, acara ini berjalan lancar, aman, dan penuh makna hingga selesai," ujar Pepen.
Selain menyoroti pelestarian budaya dan sejarah, peringatan kali ini juga menjadi wadah penting untuk menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan ekonomi para nelayan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi yang diwakili Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya, Nandang, S.Ag., menyampaikan harapan besar agar kebijakan pemerintah ke depannya semakin berpihak pada nelayan lokal.
Salah satu usulan strategis yang disampaikan adalah agar produk hasil tangkapan laut dari nelayan Sukabumi dapat masuk dan dijadikan bahan baku utama dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan pemerintah saat ini.
"Langkah strategis ini kami harapkan dapat segera terwujud. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para nelayan, langkah ini sekaligus mendukung penuh program pemerintah dalam pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat melalui pangan laut yang berkualitas," pungkas Nandang Herawan.
Peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 pun ditutup dengan penuh harapan, menjadikan laut sebagai sumber kehidupan yang dijaga kelestariannya, sekaligus budaya maritim yang terus dibanggakan dan diwariskan kepada anak cucu masyarakat Sukabumi.
[Hans]

