SIAGAI PANSER ANOA! Kogabwilhan III Perkuat Pengamanan Freeport Usai Serangan KKB
KASUS NEWS | PAPUA – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengambil langkah tegas dengan memperkuat seluruh pos keamanan dan rest area di wilayah operasional PT Freeport Indonesia.
Penguatan keamanan ini dilakukan menyusul serangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu. Sebagai langkah antisipatif, sejumlah kendaraan tempur taktis, termasuk Panser Anoa, disiagakan di titik-titik strategis untuk menjaga stabilitas keamanan di objek vital nasional tersebut.
Panglima Kogabwilhan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan.
Dalam kunjungannya, ia meninjau kondisi di rest area Mile 50 serta lokasi penyerangan terhadap karyawan yang kini dijaga ketat oleh personel TNI.
“Langkah yang kami ambil bersifat antisipatif dan terukur, dengan memperkuat titik-titik pengamanan guna memastikan stabilitas nasional tetap terjaga,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto, Jumat (17/4/2026).
Lucky Avianto menjelaskan bahwa penguatan yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari peningkatan jumlah dan kesiapan personel yang profesional, penguatan struktur pos keamanan agar lebih tangguh, hingga modernisasi persenjataan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman.
“Selain itu, kami juga meningkatkan patroli terpadu dan pengawasan intensif di seluruh kawasan strategis. Sinergi dengan aparat penegak hukum, tokoh adat, dan tokoh agama juga terus diperkuat,” jelasnya.
Menurut orang nomor satu di Kogabwilhan III tersebut, komitmen TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, tetapi juga memastikan keberlangsungan aktivitas pembangunan nasional, khususnya di tanah Papua.
“Kami memastikan seluruh objek vital nasional tetap aman, sehingga roda pembangunan dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Langkah pengamanan maksimal ini diharapkan mampu mencegah potensi gangguan lanjutan serta memberikan rasa aman yang maksimal bagi para pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sumber : Puspen TNI
Editor : Hans
