BREAKING NEWS

H. Isep Firdaos Menang Tipis 1 Suara di PAW Desa Tonjong: "Pemimpin Tak Harus Ningrat & Berpendidikan Tinggi"

KASUS NEWS | SUKABUMI – Suasana politik Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berlangsung sangat ketat dan penuh drama. Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tonjong tahun 2026 resmi digelar pada Kamis (14/5/2026). Dua kandidat bertarung memperebutkan kursi pimpinan desa yang kosong untuk masa bakti tersisa sekitar satu tahun ke depan, yaitu H. Isep Pirdaos dan Cecep Azmul Fauzi.

Persaingan berjalan sangat ketat hingga penghitungan suara terakhir. Hasil akhir menunjukkan kemenangan diraih oleh H. Isep Pirdaos dengan raihan 28 suara, unggul tipis hanya selisih 1 angka suara dari rivalnya, Cecep Azmul Fauzi yang mengumpulkan 27 suara.

Ketua Panitia Penyelenggara PAW, MRoby, menjelaskan bahwa pemilihan ini berjalan berdasarkan hasil musyawarah yang telah disepakati bersama. Hak pilih diberikan kepada perwakilan yang mewakili berbagai unsur masyarakat dari tiga wilayah kedusunan yang ada di Desa Tonjong.

Rinciannya, Kedusunan Parungcabok memiliki 22 hak pilih, Kedusunan Tonjong berjumlah 24 hak pilih, dan Kedusunan Bantarhenca sebanyak 9 hak pilih. Secara keseluruhan, jumlah pemilih yang sah dan menyalurkan aspirasinya berjumlah 55 suara.

"Proses berjalan lancar, aman, dan demokratis. Hasil perolehan suara menunjukkan selisih yang sangat tipis, ini membuktikan bahwa kedua kandidat sama-sama memiliki basis dukungan yang kuat di masyarakat," ungkap Roby.

Usai ditetapkan sebagai pemenang dan resmi menjadi Kepala Desa PAW terpilih, H. Isep Firdaos menyapa awak media di kediamannya dengan penuh rasa syukur dan haru. Ia mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan besar yang diberikan masyarakat kepadanya untuk melanjutkan estafet pembangunan desa selama satu tahun ke depan.

Pernyataan mengejutkan sekaligus menginspirasi terlontar dari mulutnya. H. Isep mengaku, motivasi utamanya maju dalam kontestasi ini adalah untuk membuktikan satu hal penting kepada masyarakat luas.

"Saya ikut mencalonkan diri ini semata-mata ingin membuktikan satu fakta: untuk menjadi Kepala Desa atau seorang pemimpin, itu tidak mesti harus memiliki pendidikan yang tinggi, tidak juga harus berasal dari kalangan ningrat atau orang terpandang. Saya membuktikan, meskipun saya berasal dari kalangan masyarakat biasa, latar belakang pendidikan saya pun tidak tinggi, tapi karena ada dukungan dan harapan besar masyarakat yang ditumpukan kepada saya, akhirnya saya berhasil dipercaya memegang amanah ini," tegas H. Isep Firdaos dengan mata berbinar.

Baginya, kemenangan ini adalah kemenangan seluruh warga Desa Tonjong, bukti demokrasi berjalan di atas prinsip kesetaraan dan kepercayaan, bukan latar belakang status sosial.

Terkait masa jabatan yang hanya tersisa sekitar satu tahun, H. Isep tidak melihatnya sebagai waktu yang singkat atau terbatas. Justru, ia menilai satu tahun ke depan ini sebagai modal berharga dan "investasi kebaikan" bagi dirinya dan Desa Tonjong.

Ditanya soal kemungkinan kembali bertarung pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027 nanti, ia menjawab dengan penuh semangat dan tegas.

"Langkah saya hari ini menjadi Kepala Desa PAW, meskipun hanya menjabat satu tahun, akan saya pergunakan sebaik-baiknya. Ini akan saya jadikan investasi kebaikan dan bukti kerja nyata bagi warga. Saya ingin mengabdikan diri sepenuh hati dan membangun Desa Tonjong agar jauh lebih baik dari sebelumnya," janjinya.

Kini, mata warga Desa Tonjong tertuju pada langkah kerja H. Isep Firdaos. Selama satu tahun ke depan, ia harus membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada sosok "biasa saja" namun berhati rakyat ini tidak salah.


[Hans] 

Posting Komentar