RUTAN BATURAJA GELAR PEMAKAMAN KEDINASAN ALM. Ka. KPLP LAPAS SEKAYU
Font Terkecil
Font Terbesar
KASUS.WEB.ID | BATURAJA – Suasana khidmat menyelimuti halaman Rutan Kelas IIB Baturaja, Rabu (30/9/2026). Ratusan personel pemasyarakatan berdiri tegak, mengenakan seragam dinas lengkap, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Moh. Imam Santoso bin Sudyono, Kepala Kantor Pengawasan Lalu Lintas Orang (Ka. KPLP) Lapas Negara Sekayu, yang meninggal dunia.
Almarhum dimakamkan secara kedinasan sebagai bentuk apresiasi tertinggi negara atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Prosesi dimulai dengan momen haru saat pihak keluarga menyerahkan jenazah almarhum kepada Inspektur Upacara. Penyerahan simbolis ini menandai transisi peran almarhum dari seorang ayah dan suami bagi keluarganya, menjadi abdi negara yang kembali dipanggil oleh Sang Pencipta setelah menyelesaikan tugasnya.
Kepala Lapas (Kalapas) Sekayu, Aris Sakuriyadi, bertindak selaku Inspektur Upacara. Dengan wajah penuh wibawa dan rasa duka, ia memimpin jalannya upacara dengan tertib. Derap kaki para petugas dan hormat senjata menjadi saksi bisu betapa besarnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh rekan-rekan sejawat almarhum.
"Upacara pemakaman kedinasan ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata penghargaan institusi terhadap integritas dan loyalitas almarhum dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan pembinaan narapidana," ujar sumber dari panitia upacara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran mereka menegaskan solidaritas korps pemasyarakatan dalam berduka cita.
Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Doa bersama dilantunkan sebagai harapan agar arwah almarhum Moh. Imam Santoso mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehadiran ratusan kolega almarhum menjadi sedikit pelipur lara di tengah duka yang mendalam. Institusi Pemasyarakatan berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga almarhum dalam masa transisi ini.
(Red)




