BREAKING NEWS

KOLABORASI TNI-PEMDA DI SUKABUMI, WABUP ANDREAS: TMMD AKSELERATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT


KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Semangat gotong royong kembali digaungkan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026), dengan fokus utama pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan upacara di Lapangan Bola Cikiara Kebun yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas. Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa", acara ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Wabup H. Andreas menekankan bahwa TMMD bukan sekadar program rutin, melainkan strategi efektif untuk memangkas kesenjangan pembangunan di wilayah pedesaan.

"Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung dan mengapresiasi program TMMD ini. Melalui kolaborasi seluruh unsur, kita memastikan hasil pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan dirasakan manfaatnya secara langsung," ujar Andreas.

Ia menambahkan, keterlibatan multipihak dalam TMMD diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Lebih jauh, program ini juga dinilai strategis untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat kebersamaan dalam bekerja.

Komandan Kodim (Dandim) 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo, menjelaskan bahwa TMMD ke-130 akan berlangsung selama 30 hari, terhitung dari 13 Oktober hingga 11 November 2026. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sasaran utama: fisik dan nonfisik.

Pada aspek fisik, prioritas utama adalah perbaikan aksesibilitas dan sanitasi. Satgas TMMD akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Kampung Cikole dan Kampung Bojonggadog. Selain itu, terdapat rehabilitasi satu unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), perbaikan satu jembatan, pembangunan lima titik sumur bor, serta tiga unit MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Perhatian khusus juga diberikan kepada hunian layak. Sebanyak lima Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) akan direnovasi selama periode pelaksanaan TMMD.

"Sasaran fisik ini dipilih berdasarkan urgensi kebutuhan masyarakat di Desa Mekarjaya agar dampak ekonomi dan sosialnya segera terasa," jelas Dandim Agung.

Tak hanya membangun infrastruktur keras, TMMD kali ini juga menyasar ketahanan pangan dan lingkungan. Program ini mencakup pengembangan lahan ketahanan pangan seluas satu hektare di Kampung Sukadamai, penanaman 500 polibag tanaman penghijauan di area Gunung Hanjuang, serta pembersihan fasilitas umum dan Masjid Ar-Rahman. Untuk membantu daya beli warga, panitia juga menyalurkan 100 paket sembako dan 100 paket makanan tambahan.

Di sisi nonfisik, TMMD ke-130 menghadirkan serangkaian penyuluhan yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa. Materi yang disampaikan meliputi wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan, teknik pertanian dan peternakan modern, hingga bimbingan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan kombinasi pendekatan fisik dan pemberdayaan masyarakat ini, TMMD ke-130 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak berupa bangunan, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan kemandirian bagi warga Desa Mekarjaya pasca-selesainya program.


(Hans)

Posting Komentar