DLH KABUPATEN SUKABUMI GANDENG PRAMUKA TANAMKAN KESADARAN LINGKUNGAN SEJAK DINI
KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mengajak Gerakan Pramuka untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda di tengah kompleksitas isu ekologis saat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman, usai peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/10/2026).
Endang menilai bahwa nilai-nilai dasar kepramukaan memiliki keterkaitan kuat dengan upaya konservasi lingkungan. Menurutnya, Pramuka bukan sekadar wadah pembentukan karakter kepribadian, tetapi juga sarana efektif untuk membiasakan anggota merawat alam dan memahami pentingnya keberlanjutan ekosistem.
“Semangat Pramuka sangat relevan dengan upaya menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam harus ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan tidak merusak lingkungan,” ujar Endang.
Ia menekankan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari pesisir, pegunungan, hutan, hingga permukiman padat. Kondisi ini membutuhkan kepedulian kolektif agar kualitas lingkungan tetap terjaga. Oleh karena itu, melibatkan generasi muda melalui aktivitas nyata seperti penanaman pohon, pemilahan sampah, dan edukasi masyarakat menjadi langkah strategis.
Endang juga menyoroti pentingnya konsistensi. Ia mengingatkan agar gerakan peduli lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari anggota Pramuka.
“Yang paling penting bukan hanya kegiatan pada saat peringatan tertentu, tetapi bagaimana kepedulian terhadap lingkungan menjadi karakter dan kebiasaan. Dari kebiasaan kecil, diharapkan tumbuh tanggung jawab yang lebih besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endang menegaskan bahwa prinsip-prinsip dalam Dasa Dharma Pramuka, seperti disiplin, tanggung jawab, dan cinta alam, dapat diterjemahkan langsung menjadi aksi nyata perlindungan lingkungan.
Menurutnya, penyelesaian masalah lingkungan tidak dapat dibebankan solely kepada pemerintah. Kolaborasi antara masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, organisasi kepemudaan, dan keluarga merupakan kunci utama.
“Lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Pramuka memiliki kekuatan karena anggotanya tersebar hingga berbagai wilayah. Jika kepedulian lingkungan ditanamkan secara konsisten, dampaknya dapat menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat,” pungkas Endang.
(Hans)
