BAKAR KALORI SAMBIL TERTAWA: KESERUAN SENAM JUMBA DI BAWAH KOMANDO IBU IING & ABIAN
KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Suasana akhir pekan di wilayah Desa Cikakak (halaman rumah ibu Iing) kini terasa semakin hidup dan dinamis. Setiap Sabtu dan Minggu, lapangan atau area terbuka di desa tersebut dipenuhi oleh irama musik yang energik serta gerakan senam yang kompak. Kegiatan ini merupakan bagian dari rutin latihan Senam Jumba yang dipimpin oleh Ibu Rini Rahmawati, atau yang akrab disapa Ibu Iing, dengan instruktur utama Abian.
Kegiatan yang awalnya mungkin hanya diikuti oleh segelintir orang, kini kian semarak dan menarik minat berbagai kalangan. Tidak hanya ibu-ibu rumah tangga, remaja putra dan putri juga antusias bergabung dalam barisan senam. Perpaduan antara generasi muda dan orang tua ini menciptakan suasana yang seru, cair, dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momen pelepas penat setelah seminggu beraktivitas.
Instruktur Senam Jumba, Abian, mengungkapkan bahwa respons positif dari masyarakat Desa Cikakak sangat membanggakan. Menurutnya, kunci dari kesuksesan kegiatan ini adalah pendekatan yang menyenangkan dan tidak kaku.
"Senam Jumba ini memang dirancang agar pesertanya merasa bahagia sambil bergerak. Kami melihat antusiasme yang luar biasa, terutama karena musiknya yang upbeat dan gerakannya yang mudah diikuti namun tetap membakar kalori. Melihat warga dari berbagai usia bisa bergerak bersama tanpa rasa canggung adalah kepuasan tersendiri bagi saya sebagai instruktur," ujar Abian. (3/10/2026)
Sementara itu, Pimpinan Kelompok Senam Jumba, Ibu Iing (Rini Rahmawati), menekankan pentingnya konsistensi dan semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan kelompok ini. Bagi beliau, senam bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
"Tujuan kami sederhana: sehat bersama, senang bersama. Saya senantiasa mengajak seluruh warga, khususnya kaum perempuan dan remaja, untuk meluangkan waktu sejenak di akhir pekan. Jangan malu untuk bergabung, karena di sini kita belajar kesehatan sekaligus mempererat persaudaraan. Kehadiran siapa pun selalu kami sambut dengan tangan terbuka," ungkap Ibu Iing.
Salah satu peserta setia, Bu Yanti yang dikenal dengan panggilan Mamah Kembar, turut berbagi pengalamannya. Ia mengaku merasakan perubahan signifikan pada kondisi fisiknya maupun mentalnya sejak rutin mengikuti senam ini.
"Awalnya saya ikut-isutan saja, tapi ternyata ketagihan. Badan jadi lebih enteng, keringat keluar banyak, dan yang paling penting, hati jadi senang karena bisa bertemu tetangga-tetangga lain sambil bergoyang. Rasanya masalah sehari-hari jadi lupa sebentar saat musik sudah berbunyi. Ini hiburan sehat terbaik buat kami para ibu rumah tangga," kata Bu Yanti dengan wajah berseri.
Dengan terus meningkatnya jumlah peserta, Senam Jumba di Desa Cikakak diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain dalam menggalakkan gaya hidup sehat yang inklusif dan menyenangkan. Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga tidak harus membosankan, dan kebersamaan adalah motivasi terbesar untuk tetap bugar.
(Hans)



