BREAKING NEWS

Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Gegunung Rayakan Maulid Nabi dengan Kirab Pangeran Pasarean dan Seni Tarling


KASUS.WEB.ID | CIREBON – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Cirebon tahun ini diwarnai dengan nuansa budaya yang kental. Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, menggelar acara "Kirab Budaya Pangeran Pasarean" pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi warga untuk mengenang sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kirab yang dimulai sejak pagi hari itu diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, tokoh agama, hingga perangkat kelurahan. Peserta mengenakan busana adat dan membawa replika pusaka serta simbol-simbol keislaman sambil mengelilingi area strategis di Kelurahan Gegunung.

Lurah Gegunung menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur, khususnya terkait peran Pangeran Pasarean (Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati) dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Cirebon.

"Kirab Budaya Pangeran Pasarean bukan sekadar arak-arakan, melainkan bentuk penghormatan kami terhadap sejarah dakwah para wali. Melalui kegiatan ini, kami ingin generasi muda tetap mengenal akar budaya dan religiusitas masyarakat Cirebon," ujarnya saat membuka acara.

Usai rangkaian kirab selesai, kemeriahan berlanjut pada malam harinya dengan pentas seni tradisional yang sangat dinantikan warga, yaitu Tarling (Tayub dan Lingkung). Tarling merupakan kesenian khas Cirebon yang memadukan musik gamelan, vokal, dan tari, serta sering kali menyisipkan pesan-pesan moral dan dakwah dalam lirik-liriknya.

Pentas Tarling yang digelar di lapangan terbuka tersebut berhasil menarik ribuan penonton dari berbagai desa di Kecamatan Sumber dan sekitarnya. Suasana semakin hidup dengan alunan musik kendang dan suling yang khas, serta penampilan para sinden dan penari yang menghibur hadirin hingga larut malam.

Salah satu warga mengaku senang dengan adanya gelaran budaya seperti ini. Menurutnya, kombinasi antara ziarah spiritual melalui kirab dan hiburan rakyat melalui Tarling membuat peringatan Maulid Nabi terasa lebih berkesan dan merakyat.

"Acara seperti ini jarang ada. Selain bisa mendengarkan pengajian, kami juga bisa menikmati seni budaya asli Cirebon. Ini benar-benar hiburan yang mendidik dan menghibur," ucapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya Cirebon, tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi dan budaya bagi daerah setempat.


(Shem)

Posting Komentar