GERAK LINCAH IRINGI MUSIK ENERGIK, TRADISI SEHAT "SENAM JUMBA" HIDUPKAN MINGGU PAGI DI CIKAKAK
KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Suasana pagi di Kampung Sirnagalih, RT 003/RW 003, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, terlihat berbeda setiap hari Minggu. Belasan bahkan puluhan warga, mulai dari kalangan remaja hingga ibu rumah tangga, berkumpul untuk mengikuti aktivitas olahraga rutin berupa Senam Jumba. Kegiatan ini telah menjadi tradisi mingguan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat sebagai sarana menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Kelompok senam yang dipimpin oleh Rini Rahmawati, atau yang akrab disapa Ibu Iing, ini dibimbing langsung oleh instruktur profesional bernama Abian. Dengan alunan musik yang energik, para peserta bergerak lincah mengikuti irama, menciptakan suasana ceria dan penuh semangat di tengah lingkungan kampung yang asri.
Rini Rahmawati (Ibu Iing) mengungkapkan bahwa antusiasme warga terhadap kegiatan ini terus meningkat sejak pertama kali digagas. Menurutnya, Senam Jumba bukan sekadar olahraga, tetapi juga wadah bagi warga untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari.
“Awalnya hanya beberapa orang, sekarang bisa belasan bahkan puluhan. Ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan kesehatan itu tinggi. Selain sehat badan, kami jadi lebih akrab satu sama lain,” ujar Ibu Iing. Minggu (20/9/2026)
Melihat respons positif tersebut, Ibu Iing secara terbuka mengajak seluruh warga masyarakat, khususnya di sekitar Desa Cikakak, untuk bergabung dalam kelompok senam ini. Ia menekankan bahwa tidak ada syarat khusus untuk ikut, selama memiliki niat untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang berminat. Mari bergabung bersama kami untuk upaya menjaga kebugaran. Tidak perlu takut salah gerak, karena kita belajar sambil bersenang-senang,” ajaknya.
Ibu Iing juga memberikan catatan penting mengenai jadwal kegiatan. Ia menjelaskan bahwa meskipun rutinitas ini dilaksanakan setiap hari Minggu, waktu pelaksanaannya bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi cuaca atau agenda lainnya.
“Jadwal senam jumba ini terkadang berubah sesuai kondisi. Biasanya kami lakukan di pagi hari, namun jika ada halangan atau cuaca kurang mendukung, bisa bergeser ke Minggu sore. Informasi terbaru selalu kami sampaikan melalui grup komunitas warga,” jelasnya.
Di tempat yang sama, instruktur Senam Jumba, Abian, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi warga Sirnagalih dalam berolahraga. Ia menilai bahwa gerakan-gerakan dalam Senam Jumba sangat efektif untuk melatih kelenturan tubuh, kardiovaskular, dan keseimbangan, terutama bagi kalangan usia menengah ke atas.
Abian mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan program ini adalah kegembiraan. “Jika kita senang, olahraga tidak terasa berat. Di sini saya melihat wajah-wajah bahagia, dan itu adalah indikator utama bahwa mereka mendapatkan manfaat maksimal,” jelasnya.
Ia pun berharap agar masyarakat tidak hanya berhenti pada kegiatan minggu saja, tetapi juga menerapkan pola makan sehat dan istirahat cukup di kehidupan sehari-hari. Abian berkomitmen untuk terus memberikan variasi gerakan agar peserta tidak bosan dan tetap termotivasi untuk hadir setiap sesinya.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, Kampung Sirnagalih berhasil menunjukkan contoh nyata bagaimana komunitas kecil dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan harmonis.
(Hans)


