DPD MIO Sukabumi Raya dan Relawan Kesehatan Dampingi Pasien Tanpa BPJS di RSUD Sekarwangi
KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – DPD Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya bersama Forum Relawan Kader Kesehatan Kecamatan Kalapanunggal melakukan pendampingan terhadap warga kurang mampu yang menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan membantu pasien yang mengalami kendala administrasi dan ekonomi, khususnya mereka yang belum memiliki jaminan kesehatan BPJS.
Pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi CatatanNews.id sekaligus Pengurus MIO Sukabumi Raya Bidang Advokasi Kesehatan, Mamat Suherman (Dolen), bersama Ketua Forum Relawan Kader Kesehatan Kecamatan Kalapanunggal, Moch. Safrudin.
Mamat Suherman menjelaskan bahwa kehadiran mereka di rumah sakit merupakan bagian dari fungsi advokasi pers untuk memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi, terlepas dari status ekonomi mereka.
“Kami hadir untuk memberikan bantuan langsung dan mendampingi warga yang terkendala ekonomi, terutama mereka yang belum memiliki jaminan kesehatan BPJS maupun jaminan medis lainnya. Bidang Advokasi Kesehatan MIO Sukabumi Raya akan terus mengawal agar persoalan masyarakat kurang mampu saat mengakses fasilitas kesehatan dapat teratasi,” ujar Mamat di RSUD Sekarwang, pada Kamis (3/9/2026).
Menurut Mamat, isu kesehatan bukan sekadar urusan medis, tetapi juga tanggung jawab moral bersama. Ia berharap kehadiran insan pers dapat menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat di lapangan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Sementara itu, Moch. Safrudin mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan akses kesehatan bagi warga yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional.
“Sinergi dengan Bidang Advokasi Kesehatan MIO sangat membantu di lapangan. Kami prihatin melihat masih ada warga belum ber-BPJS yang kesulitan saat membutuhkan pelayanan mendesak. Ini menjadi evaluasi penting perlunya ketepatan pendataan agar jaminan kesehatan daerah benar-benar tepat sasaran,” ungkap Safrudin.
Melalui aksi pendampingan ini, kedua pihak berharap instansi terkait dapat lebih responsif dalam menangani kasus-kasus serupa. Mereka juga mendorong agar hambatan administrasi dan keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi warga Sukabumi untuk mendapatkan hak dasar pelayanan kesehatan yang layak.
(Hans)


