DISDAGIN SUKABUMI PAMERKAN TIGA SEKTOR UNGGULAN DI SUKABUMI EXPO 2026: GULA, BAMBU, DAN OLAHAN IKAN
KASUS.WEB.ID | SUKABUMI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi turut memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui partisipasi aktif dalam Sukabumi Expo 2026. Pada pembukaan acara, Kamis malam (10/9/2026), Disdagin menghadirkan stan khusus yang menampilkan beragam produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengungkapkan bahwa kehadiran dinas dalam expo tahun ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi konkret untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Ia menekankan pentingnya transformasi UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen nyata untuk memfasilitasi pelaku usaha. Kami ingin memastikan bahwa produk-produk lokal Sukabumi tidak hanya dikenal di tingkat kabupaten, tetapi juga memiliki daya saing hingga ke luar daerah," ujar Dani Tarsoni.
Dani menjelaskan bahwa pemilihan produk yang dipamerkan tahun ini disesuaikan dengan fokus pembangunan daerah yang ditekankan oleh Bupati Sukabumi. Terdapat tiga sektor utama yang menjadi andalan, yakni gula, bambu, dan olahan ikan.
Admin Gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Disdagin Kabupaten Sukabumi, Desi, menambahkan bahwa sektor olahan ikan mengalami peningkatan signifikan sehingga berbagai varian produk ditampilkan, mulai dari abon ikan, kerupuk, hingga basreng (bakso goreng). Selain itu, kreativitas pengrajin bambu juga mendapat tempat spesial. Sejumlah UMKM menampilkan hasil kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi, seperti tas anyaman bambu dan aksesori lainnya.
"Untuk bambu, ada beberapa UMKM yang memang berkecimpung di bidang ini. Contohnya kerajinan tas bambu dan produk dekoratif lainnya yang menunjukkan nilai estetika tinggi," jelasnya.
Tak hanya produk pangan dan kerajinan, Disdagin juga memberikan perhatian khusus pada komoditas kopi lokal. Selain varietas Arabika dan Robusta yang sudah umum, Sukabumi memiliki potensi besar pada kopi jenis Liberika.
Desi menyoroti Karamat Coffee asal Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, sebagai salah satu produk yang patut diperkenalkan lebih luas. Menurutnya, kopi ini memiliki karakteristik aroma dan rasa yang khas setelah sebelumnya dipromosikan dalam Festival Kopi yang digelar Disdagin beberapa waktu lalu.
"Saya sendiri sebagai penikmat kopi merasakan aroma Liberika dari Karamat Coffee cukup terasa dan memiliki karakter yang kuat. Ini berbeda dengan kopi-kopi konvensional," ungkapnya.
Selain Karamat Coffee, Disdagin juga memperkenalkan varian kopi lain dari wilayah Cisolok yang sedang dikembangkan bersama Dinas Pertanian. Kopi unik ini dikenal memiliki notes atau cita rasa buah yang menyerupai nangka saat dicicipi, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para pecinta kopi spesialis.
Menanggapi upaya penanganan kendala pemasaran yang sering dihadapi UMKM, Dani Tarsoni menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem distribusi.
"Salah satu permasalahan utama UMKM adalah pemasaran. Untuk itu, kami tidak hanya mengandalkan event seperti expo, tetapi juga menyediakan sarana permanen. Masyarakat dapat mengunjungi Gedung Promosi di sebelah Kantor Kecamatan Palabuhanratu, di mana produk-produk unggulan seperti kopi lokal sudah tersedia dan terintegrasi dengan platform marketplace," jelas Dani.
Melalui pameran ini, Disdagin berharap dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas produk lokal Kabupaten Sukabumi.
(Hans)



