LURAH PALABUHANRATU DAMPINGI PPK DISPERKIM PROVINSI JABAR LAKUKAN MONITORING PEMBANGUNAN RUMAH PANGGUNG
KASUS NEWS | SUKABUMI – Program bantuan pembangunan rumah panggung dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat bagi warga Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang terdampak bencana banjir tahun anggaran 2026 kini tengah berjalan. Pembangunan terus dimonitor ketat agar selesai tepat waktu dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperkim Provinsi Jawa Barat, Indi Nurdiansah, turun langsung ke lokasi pembangunan pada Selasa (12/5/2026) guna melakukan monitoring dan evaluasi progres pekerjaan. Didampingi tim teknis, ia meninjau langsung kualitas bangunan dan perkembangan fisik yang telah dikerjakan sejauh ini.
"Kami bersama tim rutin melakukan pengecekan di lapangan. Hal ini kami lakukan untuk memastikan anggaran yang telah dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk warga terdampak banjir, khususnya program rumah panggung ini, dapat dilaksanakan secara optimal, tepat guna, dan sesuai spesifikasi teknis," ujar Indi di lokasi kegiatan.
Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan di lapangan, saat ini progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 48%. Dijelaskannya, rumah panggung ini dibangun dengan model dua lantai. Namun, desain ini disesuaikan dengan kondisi wilayah rawan banjir, sehingga ruang untuk tempat tinggal dan hunian nyaman hanya difokuskan serta dirancang di bagian lantai atas, sedangkan lantai bawah berfungsi sebagai penyangga dan ruang terbuka.
Indi Nurdiansah juga merinci jumlah bantuan yang telah dan akan disalurkan ke Kelurahan Palabuhanratu. Pada tahun 2025 lalu, telah terbangun sebanyak 20 unit rumah panggung. Sementara untuk tahun anggaran 2026 ini, jumlah bantuan yang dibangun juga sebanyak 20 unit.
Menariknya, keberlanjutan program ini dipastikan masih akan berlanjut di tahun mendatang. Menjawab pertanyaan mengenai rencana tahun 2027, Indi memastikan bahwa sesuai usulan yang disampaikan Bupati Sukabumi telah mendapatkan respons positif.
"Kabar baiknya, sesuai usulan yang disampaikan Bupati Sukabumi, untuk tahun 2027 mendatang dipastikan masih akan ada program serupa. Artinya, perhatian bagi warga di wilayah rawan bencana ini terus kami jaga dan perluas," tegasnya.
Sementara itu, Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, tak kuasa menutupi rasa bahagia dan syukurnya menyaksikan pembangunan rumah yang sangat dinanti warganya tersebut. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Jawa Barat, KDM, serta jajaran Disperkim Provinsi Jawa Barat yang telah memperhatikan nasib warganya.
"Saya mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, bapak KDM dan juga Bapak Indi selaku PPK beserta tim. Bantuan rumah panggung ini sangat bermanfaat dan menjadi harapan baru bagi warga kami yang terdampak bencana banjir. Ini adalah perhatian nyata yang sangat berarti bagi masyarakat Palabuhanratu," ucap Yadi penuh haru.
Di lokasi yang sama, momen haru tak terelakkan. Salah satu penerima manfaat, Ibu Fatonah, warga Kp. Panyairan RT 003/031 tak kuasa menahan tangis bahagia saat bertemu dan memeluk erat Lurah Yadi Supriadi. Baginya, rumah panggung ini adalah jawaban dari segala do'a dan harapannya selama ini.
Dengan suara terguncang menahan isak tangis, Ibu Fatonah menceritakan betapa beratnya masa lalu yang ia lalui pasca terdampak bencana.
"Alhamdulillah... saya akhirnya mendapatkan bantuan rumah ini. Dulu saya sudah tidak punya apa-apa lagi, tapi saya tak pernah berhenti berdo'a siang dan malam. Dan ternyata, Allah mengabulkan do'a saya lewat bantuan ini," ungkap Ibu Aton dengan mata berkaca-kaca.
Ia pun mendoakan kebaikan bagi para pemimpin yang telah peduli kepadanya. "Terima kasih banyak Pak Lurah, terima kasih Pak Gubernur KDM. Semoga Bapak-bapak sekalian selalu diberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkahnya membantu kami masyarakat kecil," pungkasnya.
Kini, warga berharap pembangunan dapat segera rampung sepenuhnya agar mereka dapat segera menempati hunian yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman bencana banjir.
[Hans]

