BREAKING NEWS

KAJATI SUTIKNO LANTIK PEJABAT BARU: Jabatan Amanah, Bukan Privilese!

KASUS NEWS | BANDUNG – Aula R. Soeprapto, Lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, menjadi saksi momentum penting penegakan hukum di wilayah tersebut. Pada Senin (4/5/2026), digelar acara pelantikan pejabat struktural yang menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Dr. Sutikno, secara resmi melantik Donny Haryono Setyawan sebagai Asisten Intelijen dan Dr. Deddy Sutendy sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon.

Pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin birokrasi. Di tangan para pejabat baru ini, publik menaruh harapan besar akan tegaknya keadilan, bebas dari kompromi dan kepentingan kekuasaan.

Dalam sambutannya, Kajati Sutikno menegaskan bahwa jabatan yang disandang adalah sebuah amanah berat, bukan sekadar hak istimewa atau privilese. Ia menggarisbawahi bahwa integritas bukan sekadar jargon, melainkan fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan.

“Berikan yang terbaik, bukan karena jabatan, tetapi sebagai cerminan kehormatan diri sendiri,” tegas Dr. Sutikno dengan penuh wibawa.

Lebih jauh, Kajati mengingatkan bahwa lanskap kejahatan telah berubah seiring perkembangan zaman. Revolusi industri yang ditopang oleh digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) menuntut aparat penegak hukum untuk tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif dan berani melakukan terobosan baru.

Namun, inovasi tersebut tetap harus berpijak kuat pada aturan main. “Setiap langkah harus tetap berpijak pada hukum dan etika, agar tidak melahirkan penyimpangan baru di tengah upaya pembaruan sistem,” pesannya.

Di tengah sorotan tajam publik terhadap kinerja aparat, rotasi jabatan ini menjadi indikator penting. Apakah institusi benar-benar bergerak menuju perubahan substansial, atau hanya sekadar memutar posisi tanpa makna.

Menurut Kajati, pelantikan ini adalah momentum penegasan tanggung jawab moral, profesional, dan institusional. Amanah kini telah berpindah ke pundak para pemimpin baru tersebut.

“Di tengah arus digital dan kompleksitas kejahatan modern, publik hanya menunggu satu hal sederhana namun mendasar: keberadaan untuk jujur, tegas, dan benar-benar berpihak pada keadilan,” pungkasnya.

Posting Komentar