BREAKING NEWS

MEMPRIHATINKAN! MBG di Cikidang Banyak Dibuang, Menu Monoton & Diduga Tak Penuhi Standar

KASUS NEWS | SUKABUMI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, kembali menuai sorotan tajam. Alih-alih habis disantap siswa, banyak sekali makanan yang justru terbuang sia-sia dalam jumlah yang sangat banyak.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat jelas tumpukan nasi beserta lauk-pauk yang masih utuh dimasukkan ke dalam ember dan kantong plastik sampah.

Sumber video : (SDN 03 Cikidang) 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut berasal dari SPPG Cikidang Kota yang disalurkan ke SDN 03 Kecamatan Cikidang.

Alasan utama siswa tidak menghabiskan makanan adalah karena rasa bosan. Variasi menu yang dianggap monoton dan kurang variatif membuat nafsu makan anak-anak menurun drastis. Siswa justru lebih menyukai masakan rumah yang lebih sederhana namun memiliki cita rasa yang sesuai lidah mereka.

Dalam rekaman terlihat menu yang disajikan berupa nasi putih, sayur tauge, lauk tempe dan telur, serta buah jeruk. Meskipun secara gizi terpenuhi, namun tampilan dan rasa dinilai kurang menarik.

Menanggapi kondisi memilukan tersebut, pengamat atau tokoh masyarakat Nanang Suherman yang akrab disapa Kang Ilok, memberikan tanggapan keras.

"Ini hasil sosialisasi kemarin Korsa di Polsek, dengan Korcam, SPPG dan Muspika. Faktanya? Tidak dimakan ya," ujar Kang Ilok sambil menunjukkan tumpukan makanan yang terbuang.

Ia menyoroti beberapa catatan penting yang hingga kini belum dipatuhi oleh pihak SPPG, antara lain:

1. Belum memiliki izin pengelolaan air limbah atau IPAL.

2. Belum melampirkan Sertifikat Halal dari MUI dan sertifikat layak sehat dari Badan Pengolahan Makanan.

3. Wajib mempublikasikan rincian harga per item menu, namun hingga kini belum diunggah.

Kang Ilok memberikan usulan yang sangat logis namun pedas.

"Sekolah wajib menolak apabila menu dianggap tidak sesuai. Daripada dibuang, mending dikembalikan ke dapur. Biar dapur yang tidak memenuhi standar yang menerima kerugian, bukan sekolah yang menampung lalu membuangnya," tegasnya.

"Bukan hanya makanan yang dibuang, tapi uang rakyat yang dibuang begitu saja. Di tengah defisit anggaran pemerintah hari ini, ko MBG ini tiap hari tidak ada perbaikan, malas terus, menciptakan pemborosan anggaran. Program bagus namun di bawah cari kesempatan dalam kesempitan, kelihatannya," tambahnya dengan nada kecewa.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan. Tujuan mulia program ini adalah meningkatkan kualitas gizi anak, namun faktanya justru menjadi ladang pemborosan.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja SPPG di wilayah Cikidang. Jangan sampai program strategis ini hanya menjadi formalitas yang merugikan negara dan tidak berdampak nyata bagi siswa.


(Hans) 

Posting Komentar