BREAKING NEWS

LEGENDA BATU KASUR! Tapak Tilas Prabu Siliwangi di Pantai Kadaka Muara Sukawayana

KASUS NEWS | SUKABUMI – Siapa sangka, di balik keindahan Pantai Kadaka dan aliran Sungai Sukawayana, tersimpan sejarah panjang yang sangat erat kaitannya dengan masa kejayaan Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi, hingga masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Kawasan ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan saksi bisu peristiwa besar yang terjadi ratusan tahun lalu.

Diceritakan, pada abad ke-16, muara sungai ini pernah menjadi lokasi karamnya kapal-kapal bajak laut yang merajalela di masa itu. Namun, nilai historis yang paling kuat justru terletak pada tradisi spiritual yang masih lestari hingga kini.

Tempat ini menjadi pusat ritual sakral Ngabungbang yang diwariskan turun-temurun sejak zaman Prabu Siliwangi.

Setiap tahunnya, tepatnya pada tanggal 1 Muharram dan setiap menjelang tanggal 14 Maulud tempat ini selalu dipadati ribuan orang dari berbagai penjuru. Mereka datang bukan hanya untuk berwisata, tapi berziarah dan mandi di muara sungai yang diyakini memiliki sisi spiritual yang luar biasa.

"Mulai dari masyarakat biasa, penelusur sejarah Padjadjaran, bahkan para artis dan pejabat pun ada yang datang dan ikut mandi di sini untuk mencari berkah atau ketenangan," ungkap Dadan. Minggu (26/4/2026)

Menurut penuturan Dadan, pengelola kawasan Pantai Kadaka Sukawayana, ada perubahan menarik dalam tradisi yang terjadi seiring perkembangan zaman.

"Dulu, lokasi yang dianggap paling sakral dan menjadi tempat utama pemandian adalah di Batu Kasur. Namun sekarang, masyarakat lebih banyak melakukan ritual mandi di bagian muaranya," jelas Dadan.

Lebih jauh, Dadan menuturkan bahwa Batu Kasur memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

"Batu Kasur ini menurut cerita yang saya dengar dari orang tua terdahulu, merupakan tapak tilas atau tempat bersemayamnya Eyang Prabu Siliwangi," tambahnya penuh hormat.

Kini, Muara Sungai Sukawayana tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan kejayaan masa lalu Kerajaan Sunda.


(Hans) 

Posting Komentar