BREAKING NEWS

Ditengah Keterbatasan Fiskal Dampak Efisiensi, Kadis PU Kabupaten Sukabumi Fokuskan Kualitas Pengerjaan Infrastruktur

KASUS NEWS | SUKABUMI – Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur daerah. Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan bahwa efisiensi menjadi kunci utama dalam menyikapi kondisi fiskal yang tidak mudah, namun hal tersebut tidak mengurangi fokus pada mutu pengerjaan.

Uus Firdaus menegaskan bahwa meski anggaran daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi, Bupati Sukabumi tetap menempatkan perbaikan jalan sebagai program prioritas utama. Hal ini menjadi dukungan strategis bagi upaya Dinas PU dalam mengatasi tantangan pembangunan, termasuk merespons kritikan yang ramai muncul di media sosial terkait masih banyaknya jalan yang rusak.

“Meski anggaran kecil akibat terpotong efisiensi, alhamdulillah Pak Bupati sangat memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Uus pada Minggu, (8/3/2026).

Maraknya kritikan tajam di media sosial terkait dengan banyak jalan yang masih rusak. Menjawab kritik netizen soal perbaikan jalan yang sering dianggap “asal-asalan”, Uus menjelaskan dua strategi utama yang kini dijalankan oleh Dinas PU:

- Skala Prioritas Bertahap: Perbaikan difokuskan pada ruas-ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat yang berdampak langsung pada nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

- Peningkatan Kualitas Material: Dinas PU berkomitmen meningkatkan standar kualitas pengerjaan agar infrastruktur lebih tahan lama dan tidak cepat rusak kembali.

Dari total panjang 1.424,36 kilometer jalan kabupaten, tercatat 507,6 kilometer atau 35,63 persen berada dalam kondisi rusak berat, sementara yang rusak sedang mencapai 290,87 kilometer atau 20,41 persen. Untuk mencapai kemantapan jalan minimal 80 persen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun, jauh di atas alokasi anggaran tahun 2025 yang hanya Rp149,89 miliar.

"Kondisi fiskal daerah memang sangat terbatas, namun kita harus tetap bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami memilih strategi yang efisien tanpa mengorbankan kualitas," ujar Uus Firdaus, seperti dikutip dari laporan Lingkar Pena pada 2 Desember 2025.

Pada tahun 2025, perbaikan jalan didominasi oleh metode hot mix yang dinilai lebih ekonomis dan mampu menjangkau lebih banyak ruas jalan. Metode pengecoran hanya diterapkan pada ruas prioritas yang banyak dilalui angkutan berat, mengingat biayanya bisa dua kali lipat dari pengaspalan namun memiliki keunggulan durabilitas yang lebih baik. Dengan dukungan prioritas dari Bupati dan penerapan standar kualitas yang lebih tinggi, penyaluran anggaran difokuskan pada ruas jalan yang paling berdampak besar bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Selain jalan, Dinas PU juga fokus pada pengembangan infrastruktur penunjang lainnya seperti jembatan dan jaringan irigasi. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung aksesibilitas sektor agribisnis dan pariwisata, serta ketahanan pangan daerah.

Sebelumnya, pada tahun 2024, Dede Rukaya yang menjabat sebagai Kadis PU sebelumnya juga telah menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur layanan dasar dan penunjang ekonomi masyarakat, dengan mengedepankan kolaborasi multipihak.

Dengan langkah efisiensi dan fokus pada kualitas, serta dukungan penuh dari Bupati Sukabumi terhadap program prioritas perbaikan jalan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 

(Hans) 

Posting Komentar